Pencemaran Air


Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan. Tidak hanya digunakan untuk minum dan kebutuhan rumah tangga lainnya, tetapi air juga dimanfaatkan oleh industri dan juga pertanian. Selain itu, air juga merupakan bagian dari suatu ekosistem yang dimanfaatkan oleh semua makhluk hidup. Saat ini, mendapatkan air bersih sudah sangat sulit, dikarenakan banyaknya air yang sudah terkontaminasi oleh zat-zat pencemar. Lalu apakah yang dimaksud dengan pencemaran air? Apa penyebab terjadinya pencemaran air? Bagaimana solusi untuk mencegah dan mengatasi pencemaran air? Semua pertanyaan tersebut akan dijelaskan pada blog ini


Pencemaran air adalah suatu peristiwa dimana masuknya atau dimasukkannya zat, komponen, unsur ke dalam air sehingga merusak kualitas air tersebut dan tidak berfungsi sesuai peruntukannya. Air tercemar bisa dilihat dari kekeruhan yang terjadi pada air tersebut, semakin tidak jernih dan semakin sulit cahaya menembus ke dasar air maka dikatakan air tersebut telah tercemar. Selain itu, air tercemar bisa dilihat dari banyaknya organisme perairan yang mati.



Sumber pencemaran air tergolong dari :



Limbah Industri adalah hasil sisa dari proses produksi dalam sebuah industri. limbah biasanya mengandung bahan berbahaya dan beracun yang dikenal sebagai B3. Bahan ini walaupun sedikit tetap dapat merusak lingkungan dan sumber daya.(Ginting,2007). Limbah ini ada yang bernilai ekonomis dan juga tidak bernilai ekonomis. limbah yang bernilai ekonomis jika diolah akan menghasilkan nilai tambah kembal. Limbah yang tidak bernilai ekonomis walaupun diolah tidak menambah nilai dari limbah tersebut, hanya mempermudah dalam proses pembuangannya saja an biasanya merusak lingkungan. (Kristanto,2002)




Limbah Rumah Tangga adalah hasil pembuangan dari rumah tangga atau pemukiman, perdagangan, daerah rekreasi, seperti air buangan dari kamar mandi atau WC, tempat memasak, dan tempat mencuci. (Sugiharto, 1987)



Image result for limbah pertanian
Limbah Pertanian adalah hasil sisa dari pertanian. Limbah tersebut terbagi menjadi dua, yang pertama limbah tersebut  dapat digunakan kembali setelah hasil pertaniannya dipanen untuk kebutuhan pakan. Contohnya, jerami padi, jerami jagung, dll. Limbah yang kedua merupakan limbah hasil dari proses pabrik seperti limbah pengolahan minyak, tempe, tahu, dll.



Penangkapan Ikan dengan Racun merupakan cara yang sangat merusak ekosistem laut ataupun sungai, karena menyebabkan ikan-ikan tersebut banyak yang mati dan mencemari air laut atau sungai tersebut.



Pembuangan sampah ke sungai atau laut merupakan salah satu kegiatan yang sangat banyak dilakukan masyarakat saat ini. Pembuangan sampah ke sungai atau laut dapatt mencemari air sungai atau laut tersebut, merusak ekosistem dan merusak lingkungan. Banyaknya sampah dapat menghambat aliran sungai tersebut sehingga menimbulkan banjir.


Indikator air tercemar :

1. Menurut parameter fisika

a. Perubahan bau
Adanya proses penguraian bahan organik yang masuk ke dalam air dapat menimbukan bau yang tidak sedap.

b. Terjadinya pengeruhan pada air
Pengeruhan pada air terjadi akibat adanya partikel padat yang tersuspensi pada air tersebut.

c. Suhu
Suhu air yang baik seharusnya ± 3o c dari suhu alam (udara) disekitarnya. Jika suhu air lebih atau kurang dari yang seharusnya, maka air tersebut mengandung zat-zat tertentu.

d. pH air
Air yang normal mengandung pH sekitar 6,5-7,5. Jika lebih dari pH normal maka air bersifat basa, dan jika kurang dari ph normal tersebut air bersifat asam.

e. Kurangnya Oksigen
Oksigen yang terdapat dalam air merupakan indikator dari kualitas air. Oksigen yang terlarut di dalamnya dimanfaatkan oleh mikroorganisme yang hidup di dalamnya. Limbah industri seperti Pulp & Paper, limbah makanan meruapakan penyebab turunnya kadar oksigen tersebut.


2. Menurut parameter kimia

a. Zat kimia anorganik
Air mengandung logam, zat reaktif, pH yang tidak normal, zat beracun dan berbahaya.

b. Zat kimia organik
Menentukan adanya zat organik di dalam air bisa dengan mengukur BOD nya (Biochemical Oxygen Demand). BOD adalah jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk melakukan dekomposisi aerobik bahan-bahan organik dalam air tersebut.
Contoh : Air yang mengandung insektisida, herbisida, dll

c. Parameter Khlorida
Khlorida berasal dari urin manusia, jika limbah rumah tangga tersebut dibuang ke sungai maka air sungai tersebut bisa berubah menjadi air payau dan merupakan indicator dari pencemaran air.


3. Menurut parameter mikrobiologi.
a. Adanya bakteri koliform sebagai indikator pencemaran air karena tinja manusia, hewan atau sumber alamiah lainnya
b. Adanya mikroorganisme, seperti mikroba pantogen


Bahan – Bahan Pencemar Air :

1. Bahan Patogen (penyakit)
Terdiri dari bakteri, parasit, dan virus. Patogen berasal dari limbah rumah sakit, rumah tangga, kotoran hewan, dll. Dampak yang dihasilkan jika meminum air yang tercemar oleh zat patogen ini adalah timbulnya penyakit demam, tifus, kolera, dan juga disentri.

2. Bahan Kimia Organik
a. Adanya zat pestisida dan herbisida yang berasal dari lahan pertanian, perkebunan, kehutanan, dll.
b. Detergen yang berasal dari penggunaan rumah tangga, rumah sakit, industri hotel, dll
c. Minyak, oli, bensin

Dampaknya dapat menimbulkan penyakit seperti kanker, kerusakan syaraf, dll.

3. Bahan Kimia Anorganik
a. Bahan kimia ini ada yang bersifat asam seperti senyawa-senyawa sulfur dan nitrogen yang dihasilkan dari penambangan batu bara.
b. Logam beracun seperti logam timbal, kadmium, selenium dan merkuri dihasilkan dari limbah industri, pestisida, dan juga peleburan timbal.

Dampak yang terjadi akibat terkontaminasi bahan kimia anorganik ini adalah timbulnya penyakit kanker dan dapat merusak syaraf pada tubuh.

4. Endapan / sedimentasi.
Adanya partikel-partikel tanah yang masuk dan memenuhi dasar air, seperti kerikil dan pasir. Akibatnya ikan- ikan kecil kehilangan tempat tinggalnya, terhalangnya cahaya yang masuk ke dasar air dan menimbulkan kondisi anaerobik.


Dampak Pencemaran Air :

1. Terhadap kehidupan biota air
Penurunan jumlah oksigen, rusaknya tanaman/tumbuhan air, dan kehidupan makhluk hidup bawah laut terganggu.

2. Kualitas air menurun akibat perubahan pada bau, rasa, dan warnanya.

3. Timbulnya berbagai macam penyakit, seperti diare, polio, tifus, dan penyakit disentri lainnya.

4. Air yang tercemar menimbulkan bau yang menyengat dan mengganggu pemandangan


Solusi untuk mengatasi pencemaran air :
  • Limbah rumah tangga sebaiknya tidak dibuang sembarangan ke sungai ataupun ke lingkungan lainnya. Sampah – sampah rumah tangga bisa dipilah dan dibuang ke tempat yang telah disediakan oleh instansi kebersihan 
  • Tidak menggunakan bahan peledak ataupun racun dalam menangkap ikan. 
  • Limbah cair dari industri sebaiknya dikelola terlebih dahulu dengan melakukan penyaringan, pengenceran, pengendapan, dll sebelum akhirnya limbah tersebut dibuang 
  • Pendirian kawasan industry juga harus sesuai dengan ketentuan dan sesuai dengan lokasi. Lokasi pendirian harus disesuaikan dengan jarak antara industry dengan kawasan pemukiman. Industry juga harus memperhatikan pengolahan limbah dan kuantitas limbah tersebut. 
  • Melakukan kegiatan reboisasi, penghijauan dan penambahan lahan terbuka hijau. 
  • Rumah tangga, rumah sakit, dll harus memiliki tempat pembuangan akhir tersendiri agar pembuangan dari wc tidak dialiri ke got ataupun sungai-sungai di sekitar kawasan tersebut. 
  • Diterapkannya kegiatan produksi bersih, yang kegiatannya biasa dilakukan oleh internal perusahaan. Kegiatan tersebut memperhatikan seluruh aspek dalam produksi agar berbasis lingkungan, diantaranya pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan. 
  • Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air. Dalam peraturan ini, salah satu upaya Pemerintah untuk mengendalikan pencemaran air dengan adanya Program Kali Bersih. Program ini ditujukan untuk mengurangi limbah cair dari industry menengah dan besar. Selain itu, program ini ditujukan untuk menata pemukiman sekitar sungai. 
  • Penanggulangan secara non-teknis dengan diciptakannya peraturan perundangan untuk merencanakan, mengatur, dan mengawasi segala kegiatan industry, seperti AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan). 
  • Penanggulangan Teknis, yaitu kegiatan industry dalam mengolah limbahnya. 
  • Mengurangi jumlah sampah, mendaur ulang kembali, atau memanfaatkannya kembali. 
  • Penggunaan teknologi berupa instalasi pengolahan air limbah yang dapat mengurangi zat-zat beracun dari air limbah tersebut.
  • Penggunaan teknologi micro-bubble generator. Penerapan teknologi ini dapat menjamin pasokan oksigen terlarut bagi bakteri aerob dan menurunkan kandungan Chemical Oxygen Demand (COD) dalam air limbah. Teknologi ini telah diterapkan oleh UGM dalam mengatasi pencemaran air lindi atau leachate. 
  • Penerapan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Teknologi MBBR merupakan solusi inovatif dengan cara menumbuhkan bakteri pada suatu media untuk dapat mengolah air baku yang tercemar. Teknologi ini mampu menurunkan kadar pencemar air yang tinggi yang terdapat di air sungai, seperti amonium, besi, mangan, dan organik, sehingga selanjutnya air dapat diolah menjadi air bersih. Teknologi ini penah digunakan oleh PT PAM Lyonnaise Jaya atau PALYJA sebagai bentuk kegiatan CSR perusahaan tersebut untuk masyarakat sebagai komitmen untuk menghasilkan air bersih. 
  • Penggunaaan prototype filter logam berat. Filter ini mampu menyerap logam kromium (Cr) dalam bentuk ion menggunakan mikroalga sebagai agen utama penghancur bahan pencemar dalam air. Mikroalga ialah organisme mirip tanaman namun tidak memiliki akar, batang dan daun.Mikroalga lebih disukai dalam bioremediasi limbah logam berat dibandingkan agen biologis lain seperti mikroba dan jamur karena struktur tubuhnya lebih mudah berikatan dengan ion logam sehingga memiliki kemampuan adsorpsi yang lebih tinggi. Selain itu mikroalga juga merupakan agen yang dapat mereduksi limbah secara berkelanjutan. Prototype filter ini merupakan filter limbah milik tim Algacentrum ITB yang diikutsertakan dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM).
Referensi :


1. Bahan ajar PPT pencemaran air, mata kuliah Ekologi Industri.

2. http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/PL_07_-_Pencemaran_Air_2016.pdf

3. repository.binus.ac.id/content/D0044/D004474946.doc

4.https://www.researchgate.net/profile/Arie_Herlambang/publication/265569345_PENCEMARAN_AIR_DAN_STRATEGI_PENGGULANGANNYA/links/573e734a08ae9ace841135fe/PENCEMARAN-AIR-DAN-STRATEGI-PENGGULANGANNYA.pdf

5.http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/26949/Chapter%20II.pdf;jsessionid=4643250EAA885F3DC473751654E5F99C?sequence=4

6.http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/49974/Chapter%20II.pdf?sequence=4&isAllowed=y

7. https://www.scribd.com/document/347126565/Limbah-pertanian-dan-industri-pdf

8.https://ugm.ac.id/id/berita/13030-micro-bubble.generator.solusi.pencemaran.air.di.tpst.piyungan

9. https://metro.tempo.co/read/757263/teknologi-mbbr-efektif-turunkan-kadar-pencemar-air-sungai

10 https://www.itb.ac.id/news/5186.xhtml

Komentar

  1. Materi yang dipaparkan sudah sangat jelas. Menarik untuk dibaca pula. Dan, bisa menambah wawasan saya. Terima kasih

    BalasHapus
  2. Artikel yang disampaikan sudah jelas serta solusi yang diberikan juga banyak. Terimakasih.

    BalasHapus
  3. Pembahasan sangat lengkap dengan membahas juga tentang Indikator air tercenar sehingga kita bisa mengetahui perbedaan air bersih dan air yang tercemar. Terimakasih infonya

    BalasHapus
  4. Postnya sangat bermanfaat sehingga kita bisa tahu cara menanggulangi pencemaran air

    BalasHapus
  5. artikel mudah dimengerti, info yang disampaikan lengkap dan ringan, sehingga pembaca tidak kesulitan dalam memahami materi. dan pembaca jadi paham mengenai pencemaran air

    BalasHapus
  6. Bagaimana Cara mengatur kawasan industri Yang baik dan tepat sehingga tidak berdampak negative terhadap lingkungannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam membangun suatu industri, menentukan lokasi, merencanakan pengolahan limbah, merencanakan dampak jangka panjang terhadap kawasan di sekitar industri tersebut,tentu semuanya harus melalui perizinan AMDAL. Jika sudah melalui perizinan AMDAL maka dapat dikatakan industri tersebut telah menerapkan aturan untuk kegiatan produksi yang berbasis lingkungan dan dampak negatif bisa dkurangi atau dicegah.

      Hapus
  7. artikelnya sangat lengkap, penyusunan nya juga rapi, dan mudah dipahami,

    BalasHapus
  8. artikelnya lengkap, pembahasannya dibahas secara mendalam, sehingga membantu menginformasikan ke masyarakat

    BalasHapus
  9. artikel sangat lengkap dan mudah dipahami serta menambah wawasan baru dalam mengatasi pencemaran air

    BalasHapus
  10. Terimakasih blognya sangat membantu, adek saya jadi mendapat nila 100 di kelasnya dalam pelajaran Biologi Lingkungan

    BalasHapus
  11. Artikel lengkap dan inovatif, sangat bermanfaat bagi pembaca, semoga solusi yang di paparkan dapat di jalankan dengan sebaik mungkin

    BalasHapus
  12. Artikel ini membuat saya mengerti karen penjelasannya runtut, terimakasih teman!

    BalasHapus
  13. Materi yang di artikel ini dapat menambah wawasan saya khususnya di pencemaran air terima kasih

    BalasHapus
  14. Materi sangat menarik dan bagus juga disertai gambar gambar yang memperjelas informasi sehingga menambah wawasan saya

    BalasHapus
  15. sangat menarik dan juga informasinya lengap. Disertai dengan bahasa yang mudah dimengerti membuat pembaca jd tidak bosan

    BalasHapus
  16. post nya sangat bermanfaat, mudah dipahami dan menambah pemahaman kita akan masalah tersebut

    BalasHapus
  17. Artikel yang sangat jelas dan bermanfaat. Namun menurut pendapat anda bagaimana cara untuk memperbaiki kualitas air yang sudah tercemar ?

    BalasHapus
  18. Tata bahasa bagus dan memudahkan dalam memahami materi

    BalasHapus
  19. Materi yang disampaikan bisa lebih rinci, fokuskan pada pembahasan solusi teknologi yang bisa dikembangkan

    BalasHapus

Posting Komentar